Salut Melihat Rumah Sederhana Ustadz Somad, Populer Tapi Tak Sombong


Sumber gambar Tribunnews

Meski menjadi da'i kondang, Ustadz Somad Tetap Sederhana

Lihat Kondisi Rumahnya, Bahkan Tamu Pun Duduk Lesehan

Sebenarnya berapa tarif Ustadz Abdul Somad Lc. MA sekali menghadiri pengajian...?

Ustadz Abdul Somad memang salah satu Ustadz yang banyak disukai umat Muslim Indonesia. Namun tak hanya di dalam negeri, dia pun juga sering diundang melakukan pengajian di luar negeri.

Banyak dongeng faktual disampaikan Ustadz Abdul Somad dalam setiap ceramahnya.

Kisah inspiratif itu tak jarang yaitu pengalaman hidupnya sehari-hari.

Karena itulah sosok kesehariannya di rumah pun kini menjadi buruan para penggemarnya.


Sumber gambar Instagram Ustadz Abdul Somad

Nama Ustadz Abdul Somad dikenal publik karena Ilmu dan kelugasannya dalam menawarkan klarifikasi dalam memberikan dakwah yang disiarkan melalui saluran Youtube.

Ustadz Abdul Somad yaitu juga dosen di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau.

Ulasan yang cerdas dan lugas, ditambah lagi dengan keahlian dalam merangkai kata yang menjadi sebuah retorika dakwah, menciptakan ceramah Ustadz Abdul Somad gampang dicerna oleh aneka macam kalangan masyarakat.

Banyak dari ceramah Ustadz Abdul Somad yang mengulas aneka macam macam dilema agama.

Namun Abdul Somad juga banyak membahas mengenai masalah-masalah terkini, nasionalisme dan aneka macam masalah yang sedang menjadi pembahasan hangat di kalangan masyarakat.

Dalam beberapa unggahan di media sosial, Ustaz Abdul Somad kerap mendapatkan tamu di rumahnya.

Adapun rumah Ustadz Abdul Somad terletak di Jalan Suka Karya Panam Pekanbaru.


Sumber gambar Instagram Ustadz Abdul Somad

Rumah Abdul Somad tampak minimalis dan higienis dengan cat warna putih mendominasi interior.

Di sekeliling temboknya, ia memasang kaligrafi dan kalender, tidak ada aksesoris mencolok.

Di ruang tamu terhampar karpert warna merah untuk ia mendapatkan tamu.

Tak pandang siapa tamu Ustadz Abdul Somad, baik itu selebriti atau pengusaha kaya, mereka pernah duduk lesehan di sini.

Memang tak terpancar kesan glamor dari rumah Ustadz Abdul Somad itu.

Jika penceramah ini ada di rumahnya, banyak tamu berbondong untuk sekadar silaturahmi.

Beberapa waktu kemudian Ustadz Abdul Somad juga membeberkan harga baju kokonya yang hanya berkisar ratusan ribu rupiah saja.

Seperti kita ketahui, selama berceramah dan bertatap muka dengan para jemaahnya, Ustaz Abdul Somad sering mengenakan baju koko warna putih.


Sumber gambar Instagram Ustadz Abdul Somad

Dalam beberapa kesempatan, ia juga mengalungkan sarung atau sajadah.

Rupanya penampilannya ini menimbulkan rasa ingin tau di sejumlah jemaahnya.

Dalam sebuah ceramahnya yang kemudian diunggah oleh akun Instagram @abdulsomadfans, Jumat (19/10/2018), Ustaz Abdul Somad pernah membeberkan harga baju koko yang dia pakai.

Lewat cuplikan video itu, Ust. Abdul Somad juga menceritakan pengalamannya bertemu orang yang menggunakan baju Rp 2 jutaan.

"Ada orang-orang begitu duduk bersahabat saya, diginikan bajunya (Ustaz Abdul Somad mempraktikkan gaya orang membersihkan baju dengan jari). Takut dia bubuk rokok bikin berlubang bajunya. 'Ini Rp 2 juta Pak Ustaz'," kata Abdul Somad menirukan seseorang.

"Entah siapa yang bertanya. Rp 2 juta kata dia baju kokonya," tambah Ustaz Abdul Somad.

Ia pun membeberkan pengalamannya berbelanja baju koko.

"Baju Rp 2 juta, di lantai bawah (mall) saya tengok diskon 200 persen. Rp 100 ribu. Naik saya ke atas harga baju Rp 500 ribu. Makin naik ke atas Rp 700 ribu," kata Ustaz Abdul Somad.

Ia pun memutuskan untuk kembali ke lantai bawah.

Dan hasilnya membeli baju koko seharga Rp 100 ribu dua buah.

"Dek, dek, berapa ini? 'Rp 100 ribu pak'. Rp 100 ribu? Saya beli dua biji," ucapnya.

Ustadz Abdul Somad pun menyampaikan tidak penting membeli baju mahal, karena yang terpenting yaitu fungsi baju tersebut.

"Untuk apa beli baju mahal-mahal? Rp 100 ribu, pakai. Masuk TV One," ungkapnya yang kemudian disambut gelak tawa dan tepuk tangan para jemaah.

Pernah Terusir oleh Rombongan Pejabat

Sebelum sepopuler sekarang, kehidupan Ustadz Abdul Somad (UAS) dulunya biasa-biasa saja.

Dai asal Riau ini terbiasa berbaur dengan masyarakat dan bebas mengunjungi kawasan publik tanpa ada yang rebutan minta foto.

Bahkan karena belum terkenal UAS punya dongeng pahit kala diacuhkan di sebuah warung makan.

Hal ini disampaikan UAS kala berceramah di beberapa kesempatan.

UAS menceritakan beberapa tahun sebelum dirinya dikenal luas oleh masyarakat Indonesia, ia mengalami hal tak menyenangkan.

Saat itu UAS yang lagi asik makan harus terusir karena tiba rombongan pejabat.

Rombongan pejabat itu kemudian memonopoli warung makan itu.

UAS pun haru pasrah berpindah posisi ke pojokan.

"Suatu malam saya makanlah di sebuah rumah makan, sendirian. saya parkir kendaraan, saya pun makan. Tak berapa usang tiba-tiba tiba satu pasukan, minggir, minggir, minggir, karena orang besar akan datang," ungkapnya.

UAS melanjutkan, kedatangan pejabat itu dikawal oleh orang-orang berbadan tegap, besar.

"Tiba-tiba saya lihat kendaraan beroda empat besar, yang keluar dari kendaraan beroda empat itu orang besar-besar semuanya. 85 kilo ke atas. Saya pun minggir lah dari kawasan makan nyaman, enak, sayapun minggir ke kawasan tepi-tepi, lihatlah mereka ketawa cekikikan," lanjutnya.

Namun demikian UAS tak mencaci-maki atau mengunggah pengalamanya ini ke media sosial.

Pun tak mendoakan biar pejabat tersebut tertimpa keburukan.

"Hati saya dalam hati, Ya Allah, tapi saya tak pernah caci maki mereka. Saya tak pernah doakan, 'Ya Allah tertelanlah tulang matilah dia' ndak, saya hanya tetap melanjutkan makan".

"Tapi hati saya tersentuh karena malam itu saya diusir sedang makan. Memangnya saya siapa, kenapa mereka mengusir saya," kata Ustaz Somad.

Beberapa tahun berlalu, UAS mulai dikenal publik.

Dia mulai diundang ke sana-ke mari.

Secara kebetulan UAS diundang oleh oleh forum pemasyarakatan untuk memberikan tablik akbar.

Di luar dugaan UAS yang sedang berceramah mendapati sang pejabat yang dulu mengusirnya di rumah makan mendekam di balik jeruji penjara.

"Hari berganti animo berubah, saya diminta ceramah ke forum pemasyarakatan, penjara. 'Ustaz sanggup tablig akbar di penjara?' 'bisa'.

Saya pun masuk ke dalam, kebetulan waktu banyak mendapatkan tamu.

Saya lihat di atas lantai semen kasar, tidak pakai epilog tidak pakai alas, pakai kaus oblong, dalam keadaan terhina, orang yang dulu mengejek, menghina, menjatuhkan dan menyepelekan saya," dongeng UAS.

UAS mengaku terenyuh melihat kondisi sang pejabat sekarang.

"Saya lihat usang dan tersentuh. 'Ya Allah, ini yang beberapa tahun kemudian mengusir, kini duduk di lantai, tidak pakai alas'.

Begitulah Allah menjatuhkan derajat begitu pula Allah menaikan derajat, hingga kita pun kasihan," ujarnya.

Sebenarnya berapa tarif Ustadz Abdul Somad Sekali Ceramah

Di tengah kesibukannya sebagai dosen Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru, Riau, Ustadz Somad kini harus keliling Indonesia menghadiri aneka macam macam undangan.

Entah berapa seruan dia yang dipenuhi dalam sehari, seminggu, atau sebulan.

Apakah anda punya niat mengundang dia dalam waktu bersahabat ini?

Jika ya, mungkin jadi pertanyaan selanjutnya adalah, berapa sih tarif dia sekali diundang atau apa saja syarat dipenuhi untuk mengundangnya?

Sudah menjadi diam-diam umum kalau sebagia penceramah kondang memasang tarif mahal dan aneka macam syarat lain ketika hendak diundang.

Akibatnya, tak jarang terdengar rumor kalau ada seruan ditolak atau batal dihari sang penceramah gara-gara tak deal soal berapa harus dibayar.

Namun, bagaimana dengan Ustadz Somad?

"Apakah pihak Ustadz Somad menentukan nominal tarif untuk seruan ceramah?"

Demikian pertanyaan yang ditulis seseorang pada selembar kertas yang dibacakan Ustadz Somad di hadapan para jamaah ketika menghadiri seruan organisasi kemasyarakatan Islam.

Lalu apa tanggapan Ustadz Somad?

"Sampai sekarang, belum lagi. Sebelum saya tentukan (tarif) ini, undanglah. Tapi kalau saya sudah tentukan (tarif), payahlah yang ngundang," kata dia disambut tawa jamaah.

Hingga ketika ini, dia mengaku tak pernah memasang tarif ketika diundang.

Dirinya malah bahagia ketika banyak yang mengundang.

Selanjutnya, ada juga pertanyaan yang tampaknya bukaan dari jamaah di hadapannya, ketika itu.

Pertanyaannya yaitu soal akomodasi ketika diundang.

"Ustadz Somad, katanya kalau penceramah ini diundang minta tiket pesawatnya 3, harus kelas eksekutif, harus Garuda, Lion tak mau karena delay," demikian pertanyaan itu yang keluar pribadi dari verbal ustadz alumnus Universitas Al-Azhar, Mesir dan Institut Dar Al-Hadits Al-Hassania, Maroko tersebut.

Lalu dijawab dia, "Saya ndak. Mau aja orang mengundang kita memberikan ayat-ayat Allah ini, alhamdulillah. Mestinya kita yang datang. Lalu dia bawa kita. Mestinya saya tiba ke rumah ini, tapi kemudian diundang keluarga besar Hidayatullah, alhamdulillah."

Pada kesempatan itu, Ustadz Somad menyindir sebagian dai yang dikontrak stasiun televisi.

Berbeda dengan dirinya yang hingga kini menentukan tak masuk tivi.

"Insya Allah, saya tak masuk tivi. Ustadz Abdul Somad akan kami kontrak sekian episode. Aku tak mau kontrak, nanti saya jadi lelaki kontrakan," kata dia.

Lanjut, "Kalau kebetulan saya ke Jakarta, kalian mau ajak saya (ceramah) subuh karena subuh kosong, kalian jemput saya ke hotel, oke.

Ustadz Somad mengaku enggan dikontrak stasiun televisi karena dirinya tak suka diatur-atur dalam ceraham.

Terlebih lagi harus di-makeup pihak tertentu.

"Tapi, kalau saya dikontrak, pakai pakaian begini, harus di-makeup oleh bencong, nanti tangannya harus begini, begini, saya tak sanggup dibuat-buat gayanya. Kalau kalian mau ikut gayaku, ikut aku. Tak mau? Ya, usah. cari yang lain."

Posting Komentar

0 Komentar

close