Terjadi Lagi, Murid Melaporkan Gurunya Alasannya Ialah Tak Terima Dihukum


Murid laporkan gurunya alasannya tak terima dieksekusi via Wartabromo.

Anaknya terlalu pinter, orangtuanya keblinger

Kalimat yang paling sempurna untuk perkara yang satu ini.


Waktu mimin Sekolah Menengah Pertama dulu, kepala kena pukul buku Matematika tahu kan tebalnya menyerupai apa

Gitu malah takut bilang sama orangtua, padahal telatnya juga alasannya bantu orangtua, bukan jalan-jalan.

Sekarang zamannya memang sudah edan.

Seorang guru di MTS Swasta di Dusun Babat, Desa Randupitu, Kecamatan Gempol dilaporkan muridnya ke Polsek Gempol, Senin (29/10/2018). Ia dilaporkan sesudah memukul siswanya yang terlambat masuk sekolah.

Sutrisno (56), Guru, dilaporkan sesudah salah satu siswa berjulukan Deny (15), warga Dusun Keboireng, Desa Ngerong, Kabupaten Pasuruan tidak terima dipukul.

Mulanya, Deny tidak mengikuti upacara bendera pada Senin (29/10), alasannya terlambat. Setelah upacara, Deny dipanggil oleh Sutrisno untuk mendapatkan sanksi membaca yasin.

“Saya suruh baca yasin tapi tidak sanggup baca surat yasin, karenanya saya suruh ambil sampah di kelas-kelas untuk dibuang digerobak sampah. Namun Deny tidak mau malahan menyampaikan saya dengan kata kotor, ‘Jan**k’ iku, mendengar si Deny itu mengeluarkan kata kotor. Sempontan saya eksklusif menjitak kepala Deny, ” ucap Sutrisno ketika ditemui di Polsek Beji lansir Wartabromo.

Setelah itu, siswa kelas 9 ini keluar dari sekolah dan membunyikan motor dengan keras. Ia mengancam akan mengadukan tragedi itu pada orang tuanya.

Sementara itu, ayah Deny, Sochib (53) mengaku tidak terima atas sikap guru di MTS itu.

“Saya tetap tidak diterima pemukulan itu, biar ini sebagai pelajaran biar tidak terulang lagi pada yang lain, ” katanya.

Kapolsek Gempol, Kompol I Nengah Darsana menyampaikan pihaknya akan memediasi keduanya.

“Kita akan memediasi secara kekeluargaan, biar dilema ini tidak berkepanjangan, ” jelasnya.

Setelah tragedi pemukulan itu, Deny eksklusif dibawa ke Pusdik Watukosek untuk di visum.

Posting Komentar

0 Komentar

close