Terlanjur Viral, Balita Yang Terkubur Lumpur Selama 2 Ahad Ternyata Hanya Rekayasa, Ini Fakta Sebenarnya


Sumber gambar facebook.com/wajibbacacom

Waspada dengan isu yang masih simpang siur dan belum terbukti kebenarannya.

Seperti yang terjadi pada balita yang tertimbun lumpu selama 2 ahad ini ternyata hanya untuk menarik sensasi publik.

Karena fakta sebetulnya pun pribadi diklarifikasi oleh pemilik video.


Beberapa jam yang kemudian media umum di gemparkan dengan tersebarnya isu mengenai temuan korban gempa palu seorang balita yang selamat selama hampir 2 ahad tertimbun lumpur paska terjadinya likuifaksi yang menenggelamkan rumah dan bangunan yang diatasnya.

Informasi yang Beredar Sebelum Fakta Sebenarnya Terungkap

Dilansir dari Instagram @makassar_iinfo, balita tersebut dikabarkan bertahan hidup selama dua ahad di genangan lumpur.

"Dari tanggan 28 September kemudian pascagempa, anak ini bertahan hidup selama 2 ahad digenangan lumpur hingga risikonya anak ini mengeluarkan bunyi tangisan di malam hari dan ditemukan oleh warga dengan selamat," tulis akun @makassar_iinfo yang lansir wajibbaca.com dari tribunnews.com.

Baca juga : Innalillahi Wainna Ilaihi Raji'un, Video Detik-detik Gempa 4.8 SR, Terdengar Teriakan dan Suasana Mencekam

Baca juga : Kebiasaan Inilah Ciri-ciri Orang yang Tidak Takut Dengan Azab Allah

Video Balita yang Terkubur Lumpur Selama 2 Minggu



Banyak netizen yang memperlihatkan komentar pada video yang dilansir dari facebook/wajibbacacom.

Seperti beberapa pengguna facebok ini:




Terungkap Fakta Balita yang Terkubur 2 Minggu Ternyata Hanya Rekayasa

Akun @makassar_iinfo melansir pernyataan pemilik video balita yang viral tersebut.

Ternyata, balita tersebut tidak ditemukan oleh warga pada Sabtu (13/10/2018) melainkan pada malam pertama gempa terjadi di Palu ialah hari Jumat (28/9/2018).

"Penemuan anak ini ditemukan malam pertama di Desa Langaleso yang hanyut dari Desa Jono Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan ditemukan oleh warga Langaleso 28 September 2018. Bukan di tempat Petobo maupun Perumnas Balaroa," tulis akun @makassar_iinfo.

Simak video dan penjelasannya disini:



Penemuan anak ini di temukan malam pertama di desa langaleso yang hanyut dari desa jono kab sigi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan di temukan oleh warga langaleso 28 September 2018. Bukan di tempat Petobo maupun Perumnas Balaroa. . Anak ini di bawa lumpur pada malam pertama bersama ibunya dan Alhamdulillah dua duanya selamat pada malam pertama masyarakat langaleso bersama sahabat sahabat majelis ziarah melaksanakan inisiatif penolongan rerhadap yang selamat di dalam hutan yang terbawa lumpur dari desa jono dengan alat seadanya senter tali untuk di ikat di badan menyebrangi lumpur karna kira kira kedalaman lumpur itu hingga dada dengan upaya kerja keras hingga pagi Alhamdulillah yang di selamatkan seratus lebih manusia. . Mohon di up di bagikan. Agar tau informasi yang sebenarnya... . Mohon maaf supaya kita tetap dalam lindunganya aamiin. . Caption : Sadam Paliua & Moh Ujannk Pradisty (pemilik video) . . . . . . . . ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ Punya info ??? Jangan lupa kirim dan tag kami yaaa 😊 . . #jakarta #jakartainfo #bandung #bekasi #bogor #depok #bandung #malang #jogja #samarinda #aceh #medan #manado #palu #kendari #maluku #papua #bali #palembang #ntt #ntb #gorontalo #ambon #makassar #makassarinfo #visitsulsel #exploresulsel
A post shared by MAKASSAR INFO (@makassar_iinfo) on

Posting Komentar

0 Komentar

close