Album Review : Daur, Baur - Cendekia Besi

Berawal dari kebosanan membawakan lagu yang itu Album Review : Daur, Baur - Pandai Besi
REVIEW ALBUM
Judul : Daur, Baur
Artis : Pandai Besi
Genre : Pop Rock
Distributor : Lokananta
Tahun : 2013


PREVIEW ALBUM

Berawal dari kebosanan membawakan lagu yang itu-itu saja, Efek Rumah Kaca mengajak beberapa musisi tambahan untuk membentuk Pandai Besi, yang memainkan lagu-lagu usang trio itu dengan aransemen baru.

Daur, Baur yaitu koleksi lagu-lagu itu yang direkam secara live di Lokananta, studio legendaris di Solo, dengan mengundang penggemar untuk membantu mendanai prosesnya. Di atas kertas, inspirasi ini niscaya menciptakan kita bertanya “Untuk apa?”, terutama sebab Efek Rumah Kaca terakhir mengeluarkan album di simpulan 2008 dan album ketiganya belum kunjung selesai sampai ketika ini.

Tapi semenjak dulu Efek Rumah Kaca yaitu grup musik yang gemar menciptakan kita bertanya-tanya – dan menyerupai biasa, jawabannya ada di musik mereka. Daur, Baur lebih dari sekadar Efek Rumah Kaca mengajak gitaris, keyboardist, pemain trumpet dan dua vokalis latar wanita sebagai pelengkap. Lirik dan judul lagu masih sama, tapi Pandai Besi merombak aransemennya sehingga hanya menyerupai sekilas dengan versi aslinya, menyerupai “Laki-Laki Pemalu” yang aransemen barunya mengingatkan pada Local Natives.

Durasi lebih banyak didominasi versi gres ini melebihi 5 menit, tapi aransemennya tak pernah membosankan, dan akustik ruangan Lokananta serta suasana rekaman live memberi energi dan kehangatan yang mungkin takkan didapatkan bila Daur, Baur direkam secara konvensional. Salah satu hal menarik dari album ini yaitu bagaimana perubahan aransemen sanggup memberi makna yang berbeda pada sebuah lagu, walau liriknya tetap sama.

Semangat berapi-api pada versi orisinil “Di Udara” disulap menjadi lebih pelan tapi tak kalah menggigit, bagai pejuang bijak yang menyadari masih ada banyak jalan untuk menciptakan perubahan selain berorasi di jalanan. Sementara itu, intensitas vokal dan musik yang terus meningkat pada refrain “Desember” yang diulang-ulang menciptakan lagu tenteram wacana kesetiaan terdengar lebih menyerupai ratifikasi dari kekasih yang posesif dan terobsesi.

Andaikan Pandai Besi yaitu grup musik gres dan ini yaitu materi lagu baru, maka Daur, Baur akan menjadi album debut Indonesia terbaik semenjak album pertama Efek Rumah Kaca. Tapi pada kenyataannya, album ini yaitu kreatif bagi Efek Rumah Kaca untuk mengatasi kejenuhan, dan menciptakan semakin ingin tau akan karya selanjutnya – dengan atau tanpa suplemen Pandai Besi.

Posting Komentar

0 Komentar

close