Awas!! 5 Penyakit Ini Dapat Timbul Alasannya Yaitu ‘Ngeden’ Berlebihan Ketika Bab, Terutama Wanita


Gambar ilustrasi dilansir dari tokeinfo.com

Nah gaes perhatikan ini... Terutama buat kalian para cewek, bahaya juga buat masadepan kalian!!

Nggak usah buru-buru ketika BAB, apalagi hingga ngotot 'ngeden' mengejan. Biarkan saja ia lahir dengan perlahan.

Bukan tanpa sebab, ini 5 penyakit yang kalal timbul akhir 'ngeden' berlebihan ketika buang air besar... 

Ngeden atau mengejan (memaksa) sering dilakukan orang jikalau sedang buang air besar (BAB).

Mulai sekarang, sebaiknya hentikan kebiasaan tersebut. Sebab, mengejan berlebihan ketika BAB ternyata bisa mengakibatkan banyak sekali penyakit.

Dikutip dari About.com, Livestrong dan banyak sekali sumber lainnya, berikut beberapa penyakit yang akan timbul akhir terlalu sering mengeden atau mengejan berlebihan:

1. Wasir (ambeien)

Wasir (ambeien atau haemorrhoid atau pile) ialah lapisan selaput lendir di kawasan lubang pelepasan (anus) yang menjadi lemah dan kendur (inelastic) yang umumnya terjadi lantaran buang air besar yang tak teratur dan sering mengejan.

Oleh lantaran itu, untuk mencegah penyakit ini biasanya dokter akan menyarankan supaya teratur buang air besar (BAB) dan banyak makan masakan berserat.

2. Hernia (turun berok)

Hernia atau turun berok terjadi ketika otot di selangkangan melemah sehingga sanggup mengakibatkan usus menonjol di pangkal paha.

Tanda awal biasanya terlihat tonjolan di kawasan selangkangan. Hal ini bisa terjadi pada ketika lahir atau berkembang seiiring waktu.

Hernia paling sering disebabkan lantaran melemahnya otot, tapi hal tersebut juga bisa dipicu oleh sebab-sebab lain menyerupai sering atau berulang kali mengejan pada ketika buang air besar.

3. Rahim turun

Rahim turun paling sering disebabkan oleh proses persalinan yang berulang kali, melemahnya otot panggul, usia, kelebihan berat badan, sering mengangkat beban berat, serta adanya peningkatan tekanan dalam perut menyerupai batuk kronis.

Tapi ternyata, penyakit ini juga bisa disebabkan lantaran terlalu mengejan akhir sembelit ketika buang air besar.

Gejalanya, kau akan mencicipi keluhan sakit menyerupai ditarik-tarik di bawah panggul atau pegal-pegal di bawah perut. Segera hubungi dokter supaya keluhanmu ini lekas ditangani.

4. Rektum turun (usus besar turun)

Ini yang nggak kalah mengerikan juga, akhir terlalu kencang mengejan usus besar bisa turun.

Rektum merupakan ujung dari usus besar akrab anus. Bila terjadi peningkatan tekanan di perut, maka rektum bisa turun ke anus yang disebut dengan rektum turun atau prolaps rektum. Hal ini biasanya sering terjadi sehabis buang air besar ketika orang terlalu keras mengejan.

Kondisi ini sering dirawat di rumah tanpa perlu segera dioperasi, tetapi ada ancaman yang terkait dengan prolaps rektum, menyerupai inkontinensia tinja (ketidakmampuan untuk mengontrol buang air besar), solitary rectal ulcer syndrome (borok atau luka menumpuk di sekitar dubur) dan kekurangan gizi.

5. Serangan jantung

Dalam beberapa kasus, ada orang yang meninggal ketika buang air besar.

Ternyata, ‘Ngeden’ sanggup memicu serangan jantung yang bekerjasama dengan kanal pembuluh darah menuju jantung.

Ketika orang yang mengejan ini punya plak atau bisul, sewaktu-waktu plak tersebut bisa pecah akhir tekanan ketika mengejan dan pecahannya akan terbawa ke mana-mana mengikuri pemikiran darah. Saat melalui pembuluh darah yang sempit, pecahan-pecahan infeksi itu tadi bisa memicu penyumbatan hingga terjadilah serangan jantung yang mematikan.

Baca Juga:

Ngeri ya gaes...

Oleh lantaran itu, untuk menghindari ngeden atau mengejan maka usahakan BAB lancar lantaran BAB membantu menghilangkan sisa masakan yang tercerna dan materi limbah dari tubuh.

Solusi yang sederhana supaya BAB lancar di pagi hari ialah banyak minum air di siang hari. Kemudian minum segelas air hangat di pagi hari. Minuman herbal pengecap buaya di pagi hari juga bisa memperlancar BAB.

Selain lantaran tubuh kurang air, BAB yang tidak lancar juga disebabkan tubuh kekurangan serat.

Banyak praktisi kesehatan menyarankan supaya pada siang hari orang lebih banyak makan masakan berserat dan minum air sehingga pagi harinya metabolisme tubuh bisa lancar.

Posting Komentar

0 Komentar

close