Pemimpin Korut Kim Jong-Un Tuntut Diakhirinya Sanksi

Pemimpin Korut Kim Jong-Un Tuntut Diakhirinya Sanksi

Pyongyang -Dalam pidato Tahun Barunya, pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Un memperingatkan AS untuk tidak mengambil tindakan sepihak. Jika AS melanggar, Korea Utara akan menetapkan "arah baru".

Kim Jong-Un menyatakan tanggal 1 Januari 2019, bahwa ia ingin melanjutkan diskusi denuklirisasi dengan AS. Tetapi pemimpin Korea Utara itu juga memperingatkan biar tidak menguji kesabarannya. Ia menyatakan, dalam hal ini AS tidak dapat mengambil langkah sepihak.

Dalam pidato tahun barunya, Kim Jong-Un menyerukan AS untuk menghentikan latihan militernya dengan Korea Selatan dan membatalkan niat untuk menambah aset militer di negara itu.

Pemimpin Korea Utara tersebut memperingatkan, ia mungkin tidak akan melihat alternatif lain, selain mengambil langkah ke "arah baru", bila Washington terus "mengingkari kesepakatan dan menyalahgunakan kesabaran rakyat Korea Utara dengan mengajukan tuntutan sepihak, dan mendesak sanksi, serta melancarkan tekanan."

"Jika AS terus mengingkari kesepakatan yang dibentuk di depan seluruh dunia," kata Kim, "Kita mungkin tidak punya alternatif lain selain mengambil langkah gres untuk menjaga kedaulatan dan kepentingan negara."

Tuntutan abolisi sanksi

Kim Jong-Un juga menegaskan, Korea Utara telah mengatakan kesediaannya untuk mengambil langkah menuju denuklirisasi. Tapi AS juga harus bersedia berkompromi.

Ia bersedia bertemu Trump lagi di masa depan. Tetapi dalam waktu bersamaan Kim menekankan, tujuan pertemuan ialah untuk mencapai hasil yang diterima masyarakat internasional. Korea Utara juga menuntut pelonggaran sanksi.

Negara komunis itu dituntut oleh AS untuk melucuti senjata nuklir dan menghentikan aktivitas rudal balistiknya. Sebagai reaksinya, Pyongyang mengutuk desakan Washington dan menyebutnya "tindakan penjahat".

Washington terus mendesak biar tekanan tetap dilancarkan terhadap Korea Utara hingga denuklirisasi selesai sepenuhnya dan diverifikasi oleh tubuh independen.

Kim Jong Un juga menyerukan kerjasama lebih dekat dengan Korea Selatan. Sekaligus menambahkan, Pyongyang siap melakukan pengoperasian bersama tempat pabrik di kota perbatasan Kaesong. Ia juga menyatakan tunjangan bagi dimulainya kembali perjalanan wisata bagi warga Korea Selatan ke tempat peristirahatan Gunung Intan di Korea Utara. Agar semua itu dapat terlaksana, hukuman harus dihapus. Demikian dikatakan pemimpin Korea Utara itu.

Pidato Tahun Baru dari pemimpin negara komunis itu ialah kejadian penting dalam kalender politik Korea Utara. Karena ini jadi penanda haluan bagi tahun yang baru.

ml/as (afp, rtr, ap)





Sumber detik.com

Posting Komentar

0 Komentar

close