30 Kesempurnaan Dalam Puasa Ramadhan Lengkap Dengan Dalilnya

30 Kesempurnaan Dalam Puasa Ramadhan Lengkap dengan Dalilinya - Halo sobat Soal Terbaru dimana saja berada, Sebentar lagi kita memasuki bulan Ramadhan, Untuk itu admin ingin mengembangkan ihwal Kesempurnaan dalam Puasa Ramadhan, Yang mungkin sanggup membantu sobat dalam menemukan sumber yang relavan. Bulan suci Ramadhan kembali tiba menyambut orang-orang beriman untuk menaiki tangga ketakwaan dan meraih kemenangan. Kemenangan atas syahwat, setan dan musuh-musuh Islam sehingga mengantarkan umat Islam meraih keberkahan hidup di dunia dan kebahagiaan di akhirat.

 Kesempurnaan Dalam Puasa Ramadhan Lengkap dengan Dalilinya 30 Kesempurnaan Dalam Puasa Ramadhan Lengkap dengan Dalilnya
30 Kesempurnaan Dalam Puasa Ramadhan Lengkap dengan Dalilinya
Di antara sarana yang paling efektif untuk mewujudkan dan membina ketakwaan yaitu dengan cara berpuasa. Menahan diri dari makan, minum dan syahwat di siang hari biar terlatih untuk contoh hidup bersih. Bersih hati dan batin dari kemusyrikan dan kemaksiatan. Bersih dari harta yang haram, ibarat bunga riba, korupsi, manipulasi dan mencuri. Bersih lahir dan lingkungan dari banyak sekali macam kotoran. Kebersihan harus menjadi komitmen orang-orang berima baik dalam skala pribadi, keluarga, masyarakat maupun umat secara keseluruhan.


Krisis yang menimpa insan berawal dari ketidak berdayaan insan untuk menahan diri dari larangan Allah, kemudian jatuh pada larangan tersebut. Sehingga solusi atas krisis ini harus dimulai dengan mendidik insan biar bertakwa. Orang yang bertakwa mempunyai dua kekuatan, satu, quwwatul indifa’, yaitu kekuatan semangat untuk melaksanakan ibadah, amal shaleh dan kebaikan . Kedua yaitu Quwwatul imsak, yaitu kekuatan pengendalian dari hal-hal yang diharamkan Allah. Dua kekuatan inilah yang menimbulkan orang-orang bertakwa paling bermanfaat hidupnya di dunia. Dan dengan kekuatan inilah orang-orang bertakwa mendapat kemenangan dari Allah.

Marilah kita melaksanakan optimalisasi ibadad Ramadhan dengan hal-hal berikut:

Satu: Memperkuat kerinduan dan kecintaan terhadap bulan suci Ramadhanb dan rasa harap sanggup menikmati keutamaannya. Kerinduan akan datangnya bulan Ramadhan inilah yang dirasakan oleh para salafus shalih. Karena begitu banyaknya kebaikan yang diberikan oleh Allah setan-stan sehingga tidak sanggup leluasa menarik hati manusia. Dan puncaknya yaitu diturunkannya Al-Qur’an sebagai pedoman bagi manusia. Dan pada malam turunnya Al-Qur’an Allah menjadikannya lebih baik dari seribu bulan.

Bentuk kerinduan dan kecintaan dilakukan dengan mempersiapkan Ramadhan secara baik. Persiapan hati, persiapan nalar dan persiapan fisik. Persiapan hati dengan memperbanyak ibadah, ibarat memperbanyak zikir, doa dan lain-lain. persiapan nalar dengan mendalami ilmu yang berkatian dengan ibadah Ramadhan, persiapan fisik dengan menjaga kesehatan, kebersihan rumah dan lingkungan serta menyiapkan harta yang halal untuk bekal ibadah Ramadhan.

Dua; Meningkatkan prestasi ibadah pada bulan Ramadhan tahun ini sehingga lebih baik dari tahun lalu. Bulan Ramadhan yaitu syahrul ibadah dan syahrul Qur’an. Sehingga ibadah di bulan Ramadhan dari tahun ke tahun harus meningkat, khususnya ibadah puasa,shalat tarawih dan interaksi dengan Al-Qur’an. Meningkatkan kualitas tilawah, hafalan, pemahaman dan pengamalan Al-Qur’an. Allah berfirman, “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pembeda antara yang hak dan yang batil. (QS. Al-Baqarah: 185).

Tiga: meningkatkan kepekaan dan kepedulian terhadap umat Islam. Membayar zakat, memperbanyak infak, shadaqah dan memberi makan orang yang berpuasa. Menyantuni fakir miskin, anak yatim dan dhuafa. Dan melaksanakan segala bentuk kebaikan yang dianjurkan Islam.

Empat: Menjadikan Ramadhan sebagai syahrut taubah, yaitu bulan taubat, dengan memperbanyak istighfar dan taubat kepada Allah. Mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada sesama insan yang  dizhalimi serta mengembalikan hak-hak mereka dan membayar hutang. Taubah yaitu sebuah perilaku meratapi akan segala kesalahan, melepaskannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi keselahan tersebut. Dosa, maksiat dan kesalahan merupakan lantaran inti dari keterpurukan dan krisis. Sehingga taubat yaitu satu-satunya jalan untuk memuali hidup gres menuju yang lebih baik. Taubah dan istighfar menjadi syarat utama bagi bangsa Indonesia untuk mendapat ampunan, rahmat dan keberkahan Allah.

Lima: menimbulkan bulan Ramadhan sebagai syahrut Tarbiyah, bulan pendidikan dan dakwah. Di antara ciri khas bulan Ramadhan yaitu tumbuh suburnya suasana keislaman di semua tempat. Umat Islam mempunyai kesempatan lebih banyak untuk beribadah. Puasa merupakan sarana yang sangat efektif untuk menahan segala kecenderungan negatif dan memotivasi untuk melaksanakan semua bentuk kebaikan. Sehingga peluang tarbiyah dan dakwah di bulan Ramadhan lebih terbuka dan lebih luas.

Kesempatan inilah yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para da’I dan ulama untuk melaksanakan dakwah dan tarbiyah. Erus melaksanakan gerakan reformaswi (harakatul ishlah. Membuka pintu-pintu hidayah dan menebar kasih sayang bagi sesama. Meningkatkan kepekaan untuk menolak kezaliman dan kemaksiatan. Menyebarkan syiaqr islam dan meramaikan masjid dengan acara taklim, kajian kitab, diskusi, ceramah dan lain-lain sampai  terwujud perubahan-perubahan yang esensial dan positip dalam banyak sekali bidang kehidupan. Ramadhan bukan bulan istirahat yang menimbulkan mesin-mesin kebaikan berhenti bekerja, tetapi momentum tahunan terbesar untuk segala jenis kebaikan.

Keenam, Menjadikan bulan Ramadhan sebagai  Syahrul  Jihad wal wujahadah. Jihad yaitu puncak fatwa islam, diam-diam kemuliaan dan kejayaan umat islam. Sedangkan jihad yaitu kesucian dan kebersihan. Oleh kaarenanya bulan Ramadhan yaitu momentum yang sangat tepat untuk menumbuhkan ruhul jihad dalam tubuh umat islam. Sejarah telah membuktikaqn bahwa Bulan ramadhan yaitu bulan yang penuh dengan gerakan jihad. Perang Badr Al-Kubra, Fathu Makkah, Pembebasan Palestina oleh Salahuddin Al Ayyubi, Prang Ain jalut yang sanggup menaklukkan tentara Monggol, Penaklukkan Andalusia oleh Pahlawan Thariq Bin Ziyad, Kemerdekaan Indonesia dan lain-lain semuanya terjadi pada Bulan Ramadhan.

Berikut 30 Kesempurnaandalam Puasa Ramadhan
  1. Makanlah sahur, sehingga membantu kekuatan fisikmu selama berpuasa; Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : “Makan sahurlah kalian, sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah. ” HR.’Al-Bukhari dan Muslim)
  2. “Bantulah (kekuatan fisikmu) untuk berpuasa di siang hari dengan makan sahur, dan untuk shalat malam dengan tidur siang ” (HR. Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya)
  3. Akan lebih utama jikalau makan sahur itu diakhirkan waktunya, sehingga mengurangi rasa lapar dan haus. Hanya saja harus hati-hati, untuk itu hendaknya Anda telah berhenti dari makan dan minum beberapa menit sebelum terbit fajar, biar Anda tidak ragu-ragu.
  4. Segeralah berbuka jikalau matahari benar-benar telah tenggelam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
  5. “Manusia senantiasa dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur . ” (HR. Al-Bukhari, I\luslim dan At-Tirmidz)
  6. Usahakan mandi dari hadats besar sebelum terbit fajar, biar sanggup melaksanakan ibadah dalam keadaan suci.
  7. Manfaatkan bulan Ramadhan dengan sesuatu yang terbaik yang pernah diturunkan didalamnya, yakni membaca Al-Qur’anul Karim. Sesungguhnya Jibril ‘alaihis salam pada setiap malam di bulan Ramadhan selalu menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk membacakan Al-Qur’an baginya. (HR. AL-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu).Dan pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ada teladan yang baik bagi kita.
  8. Jagalah lisanmu dari berdusta, menggunjing, mengadu domba, mengolok-olok serta perkataan mengada-ada. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
  9. “Barangsiapa tidak meninggalkan pevkataan dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh terhadap puasanya dari makan dan minum.” (HR. Al-Bukhari)
  10. Hendaknya puasa tidak membuatmu keluar dari kebiasaan. Misalnya cepat murka dan emosi hanya lantaran karena sepele, dengan dalih bahwa engkau sedang puasa. Sebaliknya, mestinya puasa menciptakan jiwamu tenang, tidak emosional. Dan jikalau Anda diuji dengan seorang yang jahil atau pengumpat, jangan Anda hadapi dia dengan perbuatan serupa. Nasihati dan tolaklah dengan cara yang lebih baik. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
  11. “Puasa yaitu perisai, bila suatu hari seseorang dari kama beupuasa, hendaknya ia tidak berkata jelek dan berteriak-teriak. Bila seseorang menghina atau mencacinya, hendaknya ia berkata ‘Sesungguhnya saya sedang puasa” (HR. Al- Bukhari, Muslim dan para penulis kitab Sunan)
  12. Harus lebih sabar, syukur, dan ihklas
  13. Ucapan itu dimaksudkanagar ia menahan diri dan tidak melayani orang yang mengumpatnya Di samping, juga mengingatkan biar ia menolak melaksanakan penghinaan dan caci-maki.
  14. Hendaknya Anda selesai dari puasa dengan membawa taqwa kepada Allah, takut dan bersyukur pada-Nya, serta senantiasa istiqamah dalam agama-Nya. Hasil yang baik itu hendaknya mengiringi Anda sepanjang tahun. Dan buah paling utama dari puasa yaitu taqwa, lantaran Allah berfirman : “Agar kau bertaqwa. “(Al-Baqarah: 183)
  15. Jagalah dirimu dari banyak sekali syahwat (keinginan), bahkan meskipun halal bagimu. Hal itu biar tujuan puasa tercapai, dan mematahkan nafsu dari keinginan. Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu berkata : “Jika kau berpuasa, hendaknya berpuasa pula pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu dari dusta dan dosa-dosa, tinggalkan menyakiti tetangga, dan hendaknya kau senantiasa bersikap hening pada hari kama beupuasa jangan pula kau jadikan hari berbukamu sama dengan hari kau berpuasa.”
  16. Hendaknya makananmu dari yang halal. Jika kau menahan diri dari yang haram pada selain bulan Ramadhan maka pada bulan Ramadhan lebih utama. Dan tidak ada gunanya engkau berpuasa dari yang halal, tetapi kau berbuka dengan yang haram.
  17. Perbanyaklah beramal dan berbuat kebajikan. Dan hendaknya kau lebih baik dan lebih banyak berbuat kebajikan kepada keluargamu dibanding pada selain bulan Ramadhan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yaitu orang yang paring dermawan, dan dia lebih gemar memberi saat bulan Ramadhan.
  18. Ucapkanlah bismillah saat kau berbuka seraya berdo’a :”Ya Allah, karena-Mu saya berpuasa, dan atas rezki-Mu saya berbuka. Ya Allah terimalah daripadaku, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui “(44) (Lihat Mulhaq (bonus) Majalah Al WaLul Islami bulan Ramadhan, 1390 H.hlm.38-40.)
  19. Memperbanyak melaksanakan banyak sekali macam ibadah. Jibril’alaihis salam senantiasa membacakan Al-Qur’anul Karim untuk dia pada bulan Ramadhan; dia juga memperbanyak sedekah, kebajikan, membaca Al-Qur’anul Karim, shalat, dzikir, i’tikaf dan bahkan dia mengkhususkan beberapa macam ibadah pada bulan Ramadhan, hal yang tidak dia lakukan pada bulan-bulan lain.
  20. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyegerakan berbuka dan menganjurkan demikian, dia makan sahur dan mengakhirkannya, serta menganjurkan dan memberi semangat orang lain untuk melaksanakan hal yang sama. Beliau menghimbau biar berbuka dengan kurma, jikalau tidak mendapatkannya maka dengan air.
  21. Nabi’shallallahu ‘alaihi wasallam melarang orang yang berpuasa dari ucapan keji dan caci-maki. Sebaliknya dia memerintahkan biar ia menyampaikan kepada orang yang mencacinya, “Sesungguhnya saya sedang puasa.”
  22. Jika dia melaksanakan perjalanan di bulan Ramadhan, terkadang dia meneruskan puasanya dan terkadang pula berbuka. Dan membiarkan para sahabatnya menentukan antara berbuka atau puasa saat dalam perjalanan. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mendapat fajar dalam keadaan junub sehabis menggauli isterinya maka dia segera mandi sesudah terbit fajar dan tetap berpuasa.
  23. Termasuk petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yaitu membebaskan dari qadha’ puasa bagi orang yang makan atau minum lantaran lupa, dan bersama-sama Allahlah yang memberinya makan dan minum.
  24. Dan dalam riwayat shahih disebutkan bahwa dia bersiwak dalam keadaan puasa. Imam Ahmad meriwayatkan bersama-sama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menuangkan air di atas kepalanya dalam keadaan puasa. Beliau juga melaksanakan istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung) serta berkumur dalam keadaan puasa. Tetapi dia melarang orang berpuasa melaksanakan istinsyaq secara berlebihan. (Lihat kitab Zaadul Ma’ad fi Hadyi Khairil ‘Ibaad, I/320-338 )
  25. Puasa yang disyari’atkan yaitu puasanya anggota tubuh dari dosa-dosa, dan puasanya perut dari makan dan mimum. Sebagaimana makan dan minum membatalkan dan merusak puasa, demikian pula halnya dengan dosa-dosa, ia memangkas pahala puasa dan merusak buahnya, sehingga memposisikannya pada kedudukan orang yang tidak berpuasa.
  26. Karena itu, orang yang benar-benar berpuasa yaitu orang yang puasa segenap anggota badannya dari melaksanakan dosa-dosa; lisannya berpuasa dari dusta, kekejian dan mengada-ada; perutnya berpuasa dari makan dan minum; kemaluannya berpuasa dari bersenggama.
  27. Bila berbicara, ia tidak berbicara dengan sesuatu yang menodai puasanya, bila melaksanakan suatu pekerjaan ia tidak melaksanakan sesuatu yang merusak puasanya. Ucapan yang keluar darinya selalu bermanfaat dan baik, demikian pula dengan amal perbuatannya. Ia laksana wangi minyak kesturi, yang tercium oleh orang yang bergaul dengan pembawa minyak tersebut. Itulah metafor (perumpamaan) bergaul dengan orang yang berpuasa, ia akan mengambil manfaat dari bergaul dengannya, kondusif dari kepalsuan, dusta, kejahatan dan kezhaliman.
  28. Dalam hadits riwayat Imam Ahmad disebutkan : “Dan sesungguhnya ban (mulut) orang puasa itu lebih harum di sisi AIlah daripada aroma minyak kesturi. “(HR. At-Tirmidzi dan ia berkata, hadits hasan shahih gharib).
  29. Inilah puasa yang disyari’atkan. Tidak sekedar nahan diri dari makan dan minum. Dalam sebuah menahan diri dari makan dan minum”. Dalam hadits shahih disebutkan : “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta serta kedunguan maka Allah tidak butuh terhadap puasanya dari makan dan minum .(HR. Al-Bukhari, Ahmad dan lainnya)
  30. Dalam hadits lain dikatakan : Betapa banyak orang puasa, serpihan dari puasanya (hanya) lapar dan dahaga. ” (HR. Ahmad, hadits hasan shahih) (Dan ia menshahihkan hadits ini.)
Oke.. Demikianlah info ihwal 30 Kesempurnaan Dalam Puasa Ramadhan dari Ide Remaja, semoga bermanfaat buat kita semua.

Pencarian yang sama
  • keistimewaan bulan ramadhan
  • 10 keistimewaan bulan ramadhan
  • keutamaan bulan ramadhan dan dalilnya
  • kemuliaan bulan ramadhan
  • keutamaan puasa dan keutamaan bulan ramadhan
  • artikel kemuliaan bulan ramadhan
  • artikel bulan ramadhan
  • pengertian bulan suci ramadhan dan keutamaannya


Posting Komentar

0 Komentar

close